Sosialisasi : Pengertian, Tahapan, dan Agen Sosialisasi

Nama.     : Muhammad Candra

Npm.       : 233503516058

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Prodi       : Sosiologi


Sosialisasi : Pengertian, Tahapan, dan Agen Sosialisasi.

 

Sosialisasi sebenarnya merupakan bidang yang mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural sosial dari sebuah masyarakat. Sosialisasi membahas interaksi sosial dan tingkah laku sosial. Atas dasar tersebut, sosialisasi adalah bagian mata rantai terpenting di antara sistem sosial yang ada.


A.PENGERTIAN

Secara luas, pengertian sosialisasi adalah suatu proses interaksi dan pembelajaran yang dilakukan seorang manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya di dalam suatu budaya masyarakat. Sedangkan, pengertian sosialisasi secara sempit berarti sebuah proses pembelajaran dari manusia agar dapat mengenali lingkungan yang kelak akan ia hidupi, baik lingkungan fisik ataupun sosial.

Supaya lebih memahami apa arti sosialisasi, berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli tentang sosialisasi:

  • Soejono Dirdjosisworo

Soejono Dirdjosisworo mengungkapkan bahwa pengertian sosialisasi memuat tiga arti, yaitu:

Proses belajar; yaitu suatu proses akomodasi dimana manusia menahan, mengubah impuls- impuls dalam dirinya dan mengambil cara hidup atau kebudayaan masyarakatnya.

Kebiasaan; dalam bersosialisasi setiap manusia mempelajari sikap, ide-ide, kebiasaan, pola-pola nilai dan tingkah laku, serta ukuran kepatuhan tingkah laku di dalam masyarakat di lingkungan ia hidup.

Sifat dan kecakapan; proses sosialisasi mengajarkan manusia untuk merangkai dan mengembangkan dari semua sifat dan kecakapan sebagai suatu kesatuan dalam diri seseorang.

  • Charlotte Buhler

Menurut Charlotte Buhler, pengertian sosialisasi merupakan suatu proses belajar dan menyesuaikan diri untuk membantu anggota masyarakat dalam memahami bagaimana bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya. Ia juga berpendapat bahwa sosialisasi bertujuan agar anggota masyarakat dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.

  • Peter L. Berger

Menurut Peter L. Berger, pengertian sosialisasi merupakan suatu proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.

  • Edward S. Greenberg

Menurut Greenberg, pengertian sosialisasi merupakan suatu proses perubahan dari individu untuk diterima atau sesuai dengan keinginan dari pihak luar dunia luar. Hal itu bertujuan agar ia dapat ikut serta berpartisipasi secara aktif sebagai anggota suatu organisasi.

  • Martin Gibson

Menurut Gibson, pengertian sosialisasi adalah sebuah aktivitas mewujudkan dan mengintegrasikan dari organisasi demi tujuan organisasi maupun individu. Dua pengertian yang dilontar Gibson sangat tampak jelas bahwa individu yang bersosialisasi memiliki dua kepentingan yang berbeda, yakni kepentingan individu dan kepentingan organisasi. 


B.TAHAPAN 

Bersosialisasi mempunyai 4 tahapan yang akan seorang individu lakukan, yaitu :

Tahap ke-1: Preparatory Stage

Tahapan sosialisasi yang pertama adalah persiapan (preparatory). Pada tahap ini, seorang individu akan memulai belajar untuk mengenali lingkungan tempat ia tinggal. Agen sosialisasi yang memberikan peran terbesar dalam tahap ini adalah keluarga.

Tahap ini dimulai saat anak memasuki usia batita, orang tua mulai memperkenalkan anaknya dengan bahasa sehari-hari dan mengajarkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Pada tahap ini juga, seorang anak hanya bisa meniru perkataan orang tuanya tanpa tahu makna atau maksud dibalik kata-kata yang diucapkannya tersebut.


Tahap ke-2: Play Stage

Pada tahapan kedua dari sosialisasi, seorang anak sudah mulai belajar memahami peran dan status dirinya. Seorang anak juga mulai mempelajari dan meniru peran-peran orang lain disekitarnya. Tidak hanya itu, anak juga mulai mempelajari sikap dan tindakan sesuai dengan apa yang diharapkan orang lain terhadap dirinya.

Saat berada di rumah, anak mulai tertarik untuk meniru sikap dan kebiasaan sehari-hari orang tuanya. Sementara, ketika sedang berada diluar rumah, anak sudah bisa melakukan interaksi sosial dengan teman-teman sebayanya.


Tahap ke-3: Game Stage

Tahapan ketiga dari sosialisasi ini dikenal juga sebagai tahapan seorang anak yang sudah siap bertindak (game stage). Pada tahap ini, kemampuan dalam berinteraksi yang dilakukan oleh seorang anak kian meningkat. Bahkan, ia semakin mahir dalam menjalankan perannya sebagai anggota masyarakat.

Anak sudah semakin sadar terhadap nilai dan norma yang diinginkan oleh masyarakat terhadap dirinya. Kesadaran tersebut telah membaut anak untuk tidak mencoba melanggar nilai dan norma dalam budaya masyarakat.

Ketika berada di lingkungan sekolah, anak juga mulai menyadari bahwa terdapat norma berupa tata tertib atau aturan yang harus dipatuhi. Selanjutnya, anak akan cenderung berperilaku hati-hati dalam bertindak.


Tahap 4: Generalized Other

Pada tahapan terakhir sosialisasi, seorang individu bisa dikategorikan telah memasuki usia dewasa. Intensitas interaksi yang meningkat membuat individu semakin sadar akan peran, hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat dalam arti yang lebih luas. Sebagai seseorang yang sudah dewasa, individu mulai memiliki sikap tenggang rasa dan toleransi terhadap sesama


C.AGEN SOSIALISASI

Sosialisasi dapat terjadi apabila memiliki perantara atau media. Perantara itu biasanya disebut sebagai agen sosialisasi. Berikut ini adalah empat agen sosisalisasi:


1. Keluarga

Media sosialisasi yang pertama kali diterima oleh setiap individu adalah keluarga. Interaksi dalam keluarga yang biasanya terdiri dari ayah, ibu, saudara, dan lain-lain merupakan tempat yang tepat untuk individu dalam mengenal dunia sekitarnya.

Contoh sosialisasi di keluarga bisa dilihat ketika makan malam bersama, ketika menonton tv bersama, hingga ketika diskusi keluarga. Orang tua cenderung menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh anak-anaknya, seperti nasihat atau arahan tentang cara berperilaku di sekolah maupun di masyarakat.


2. Teman

Setelah keluarga, proses sosialisasi terjadi melalui jalinan pertemanan. Interaksi anak-anak bersama teman sebayanya dapat menjadikan proses sosialisasi. Yang mana, interaksi tersebut dapat membuat anak sekaligus temannya dapat mempelajari nilai dan norma yang baru. Contoh sosialisasi yang sering terjadi di lingkungan pertemanan seperti bermain, bercanda, bekerja sama, dan lain sebagainya.


3. Sekolah

Setelah individu mengalami pertumbuhan, ia akan dihadapkan pada tempat sosialisasi yang lebih besar yaitu lembaga pendidikan atau sekolah. Lembaga pendidikan merupakan tempat yang memberikan pengaruh paling besar dalam bersosialisasi bagi semua orang.

Contoh sosialisasi yang terjadi di sekolah yaitu saat seorang guru berinteraksi dengan para siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya itu, sosialsasi juga sering terjadi ketika para siswa bertanya pada guru atau mengungkapkan pendapat tentang pelajaran di sekolah.


4. Media Massa

Media massa juga dapat menjadi tempat terjadinya proses sosialisasi. Media massa dapat memberikan informasi-informasi baru yang belum diketahui, baik itu positif ataupun negatif. Di era digital sekarang, media massa menjelma menjadi media sosial yang tersaji di dalam gawai setiap orang. Tidak dapat dipungkiri, media sosial ini akan menjadi agen sosialisasi paling berpengaruh di masa yang akan datang.




Komentar