INTERAKSI SOSIAL
Nama : Muhammad Candra
Npm : 233503516058
Prodi : Sosiologi
INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial Secara harfiah interaksi berarti tindakan (action) yang berbalasan antarindividu atau antarkelompok. Tindakan saling memengaruhi ini seringkali dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol atau konsep-konsep. Sehingga, pengertian interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
1. Proses asosiatif
adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja sama. Ada beberapa bentuk interaksi sosial asosiatif, antara lain sebagai berikut.
A. Kerja Sama (Cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Bentuknya sebagai berikut:
- Bargaining
- Cooptation (kooptasi)
- Coalition (koalisi)
- Join venture
B. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu proses di mana orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Bentuknya sebagai berikut:
- Tolerant participation (toleransi)
- Compromise (kompromi)
- Coercion (koersi)
- Arbitration
- Concilation
- Ajudication
- Stalemate
- Segregasi
- Gencatan
C. Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses yang timbul apabila suatu kelompok manusia dan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
D. Asimilasi (assimilation)
Asimilasi adalah usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara beberapa orang atau kelompok serta usaha menyamakan sikap, mental, dan tindakan demi tercapainya tujuan bersama.
2. Proses Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan sebuah perpecahan. Ada beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif, antara lain sebagai berikut:
A. Persaingan (competition)
Persaingan adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya saling berlomba atau bersaing antar individu atau antar kelompok tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan untuk mengejar suatu nilai tertentu supaya lebih maju, lebih baik, atau lebih kuat.
B. Kontravensi (contravention)
Kontravensi adalah suatu bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan konflik. Bentuk kontravensi ada 5 yaitu:
- Kontravensi yang bersifat umum
- Kontravensi yang bersifat sederhana
- Kontravensi yang bersifat intensif
- Kontravensi yang bersifat rahasia
- Kontravensi yang bersifat taktis
- Status adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok atau posisi suatu kelompok dalam suatu hubungannya dengan kelompok lain Menurut RALPH LINTON , status in collectionof rights and duties.
- Peranan (roles) adalah perilaku yang memiliki status tertentu a dynamic aspect of status (RALPH LINTON)
- STATUS YANG DIBERIKAN (ascribed status) : status yang diberikan Masyarakat kepada individu terlepas dari kualitas dan usaha individu, dibawa sejak lahir, Contohnya gelar kebangsawanan, ras, etnis, gender, kebangsaan, agama dan usia.
- STATUS YANG DIPERJUANGKAN (achieved status): Status yang menuntut kualitas tertentu yang harus diraih melalui persaingan dan usaha pribadi, perlu di perjuangkan, Contohnya tingkah Pendidikan, kekayaan dan kekuasaan
- Radikal: hanya dapat mengakui apa yang di bentuk oleh pikiran. Bentuk tidak selalu representasi dunia nayta
- Realisme: pengetahuan adalah sebuah hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki.
- Biasa: mengambil semua konsekuensi konstruktivism & memahami pengetahuan sebagai gambaran realita itu.
Komentar
Posting Komentar